Emergency Call: ( 0411 ) 872 120

Selamat Datang Di Website Kami. Maskerku Menyelamatkanmu, Maskermu Menyelamatkanku, Ayo..! Cegah Penularan Covid 19
FAKTA Kalung Antivirus Corona Kementan Berbahan Eu...
Super User

Kalung antivirus corona dari Kementerian Pertanian ( Kementan) ramai diperbincangkan belakangan i [ ... ]

Pertolongan Pertama yang Dapat Dilakukan pada Oran...
Super User

Pertolongan Pertama yang Dapat Dilakukan pada Orang yang Terkena Hipotermia: Beri Minuman Hangat  [ ... ]

Tipe Corona di Indonesia Beda dari Dunia, Ini Cara...
Super User

Jakarta - Lembaga Biologi Molekuler Eijkman telah berhasil melakukan tiga whole genome sequencing ( [ ... ]

Corona Mereda, 10 Negara Ini Mulai Longgarkan Lock...
Super User

Jakarta - Bersamaan dengan laporan kasus Corona yang menurun, setidaknya sepuluh negara mulai longg [ ... ]

3 Syarat Agar Wabah Corona di Indonesia Selesai di...
Super User

Jakarta - Jumlah kasus positif virus Corona COVID-19 di Indonesia masih terus meningkat. Pemerint [ ... ]

Kenali Gejala Corona Ciri Covid-19 Mulai Demam, Ad...
Super User

Kenali gejala Corona hari demi hari, ciri Corona Mulai Demam, Ada 700 Ribu Penduduk Indonesia  [ ... ]

KABAR BURUK Virus Corona Bisa Melayang di Udara da...
Super User

Satu lagi Kabar Buruk seputar Virus Corona dikeluarkan WHO. Kini Virus yang pertama kali ditemu [ ... ]

Mulai Deteksi Dini Corona via WhatsApp dan Aplikas...
Super User

Berikut Cara Deteksi Dini Corona via WhatsApp dan Aplikasi Terpercaya, Ketahui Juga gejala coro [ ... ]

Mengatasi Nyeri Lutut, Haruskah dengan Operasi?
Super User

Jakarta - Banyak kasus nyeri lutut yang menetap dan jika tidak diobati dengan segara dapat menghamba [ ... ]

Other Articles

TVC Pencegahan Penularan Covid-19

Berikut Cara Deteksi Dini Corona via WhatsApp dan Aplikasi Terpercaya, Ketahui Juga gejala corona & ciri Corona lindungi keluarga Anda Pemerintah RI dan stakeholder terkait terus bekerja ekstra mencegah wabah pandemik Covid-19.

Sejumlah instansi terpercaya juga menyiapkan alat dan Cara Deteksi Dini Corona agar penyebaran virus bisa dikendalikan.

Ada Cara Deteksi Dini Corona lewat WhatsApp

Ada juga Cara Deteksi Dini Corona lewat mengisi pertanyaan dan bisa diisi sendiri.

Potensi penyebaran Virus Corona tak terbatas.

Siapapun yang pernah berinteraksi dengan Pasien Positif Covid-19 berpotensi juga menularkan virus ini kepada orang lain dan keluarganya.

Untuk mencegah virus ini menyebar luas ke keluarga terdekat, mulailah dengan deteksi dirimu apakah terpapar virus atau tidak.

Sekarang lebih mudah, cukup dengan aplikasi WhatsApp.

Tim multidisiplin Universitas Hasanuddin (Unhas) dari disiplin ilmu Promosi Kesehatan, Geospasial, Epidemiologi, Kedokteran, dan Kesehatan Masyarakat, menginisiasi pemantauan Covid-19 di Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kegiatan yang diberi nama Identifikasi Diri Covid-19 Sulsel ini dimaksudkan untuk memetakan sebaran kasus secara dini dengan metode survei. 

Tim dipimpin oleh dr Joko Hendarto dari Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas dan Pencegahan Dini, Fakultas Kedokteran Unhas.

Inisiatif ini didasari oleh terbatasnya informasi mengenai potensi orang yang kemungkinan terpapar Covid-19. 

Dengan melakukan surveilans ini, persoalan kekhawatiran publik mengenai potensi terpapar Covid-19 dapat diidentifikasi di hulu.

"Kita menggunakan tiga variabel, yaitu variabel klinis, variabel kontak, dan variabel riwayat perjalanan. Dengan metode ilmiah yang terukur, masyarakat bisa secara mandiri kondisi lingkungannya," kata dr Joko, dalam rilis yang diterima tribun-timur.com, Sabtu (21/3/2020).

Dengan mengetahui potensi orang-orang yang terpapar, inisiatif ini bisa menyampaikan kepada otoritas kesehatan di daerah tertentu untuk memberi perhatian langsung di lapangan.

"Jadi, jika masyarakat berpartisipasi, kita bisa mengurangi antrian dan kunjungan ke rumah sakit rujukan.  Saat ini, kita lihat kebanyakan masyarakat ke rumah sakit itu karena khawatir. Kita ingin mengurangi kekhawatiran ini," jelasnya.

Langkah ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi tingkat resiko yang ada di diri seseorang.

Semakin tinggi tingkat resiko, maka orang tersebut semakin perlu untuk diperhatikan oleh otoritas.

Sementara seseorang dengan tingkat resiko lebih rendah bisa mengambil upaya isolasi mandiri untuk pemantauan.

"Intinya, kita ingin mencegah kepanikan warga, memberi ketenangan. Covid-19 ini dapat kita kontrol dan hentikan penyebarannya, asalkan semua mau terlibat," katanya.

Bagaimana caranya bagi masyarakat yang ingin terlibat dalam identifikasi dini ini?

Unit Multidisiplin Unhas yang menginisiasi metode ini memberikan formulir yang bisa diisi secara online, yang dapat diakses pada link: https://bit.ly/Identifikasi_ diri_Covid19_SULSEL

Masyarakat diminta mengisi secara jujur pertanyaan-pertanyaan di dalamnya.  Data yang diisi pada formulir ini akan dihubungkan aplikasi (Geographical Information System (GIS) untuk keperluan analisa.

Saat ini, tim Unhas yang bekerja mengembangkan inisiatif ini masih mencakup untuk wilayah Sulawesi Selatan.

Dr Joko mengatakan bahwa inisiatif ini dapat dikembangkan hingga ke tingkat nasional.

"Kami mengajak masyarakat berpartisipasi. Dengan terlibat dalam inisiatif ini, kita menjadi bagian dari upaya sistematis untuk mengenali sebaran virus, dan menghentikan penularan," tuturnya.

Warga Juga Bisa Cek Sendiri di Link Ini

Untuk mendeteksi diri sendiri dari virus corona, masyarakat bisa berkunjung di website checkupcovid19.jatimprov.go.id

Website ini bisa diakses dengan mudah menggunakan ponsel pintar dan juga komputer.

Masyarakat tinggal mengikuti tahapan dan menjawab enam pertanyaan dengan pilihan yang telah disedikan di website tersebut.

Setelah semua pertanyaan selesai dijawab, masyarakat bisa membaca hasil kesimpulan apakah perlu melanjutkan tes Covid-19 ke rumah sakit atau tidak.

 

Website Buatan Dokter Lulusan London

Dibuat dokter lulusan London, Website tersebut dibuat oleh dr Makhyan Jibril Al Farabi.

Dokter tersebut adalah lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang, dan University College London itu.

Website tersebut secara resmi telah diluncurkan di gedung Negara Grahadi di Surabaya, Rabu (18/3/2020).

"Dari laman ini bisa memeriksa diri kita sendiri, apakah terkena virus Covid-19 atau tidak," kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di sela peluncuran laman tersebut, Rabu.

Ia mengatakan, dengan website tersebut masyarakat bisa melakukan cek kesehatan secara mandiri.

Hal itu penting agar masyarakat tidak perlu ke rumah sakit untuk memastikan terkena virus atau tidak.

"Di laman itu ada pertanyaan dan jawaban yang diakhiri dengan kesimpulan. Dari situ dapat mendeteksi diri kita. Kalau kesimpulannya baik maka tidak perlu khawatir, tapi kalau kesimpulannya harus mendapat penanganan maka ada call center yang 24 jam siap dihubungi untuk membantu," katanya.

Khofifah juga mengatakan tekhnologi tersebut adalah yang pertama dan diharapkan bisa terkoneksi dengan pusat maupun provinsi.

Kunjungi linknya: https://checkupcovid19.jatimprov.go.id/covid19/#!/checkup/

Semua Bisa Tes Covid-19 di Alodokter

Kasus infeksi virus corona yang terus meningkat dari hari ke hari membuat sebagian besar masyarakat lebih memerhatikan kondisi kesehatannya.

Jika ingin memeriksakan diri namun belum sempat pergi ke rumah sakit, masyarakat bisa terlebih dahulu mengecek risiko infeksi virus corona secara online menggunakan sistem interaksi digital dari Alodokter.

Alodokter baru saja meluncurkan sebuah layanan digital yang mampu melakukan pengujian mandiri risiko tertular virus Corona. Layanan ini dapat diakses secara gratis melalui http://bit.ly/Alodokter-cek-risiko- covid-19.

Co-Founder dan Director Alodokter, Suci Arumsari mengatakan bahwa ini adalah salah satu langkah yang dilakukan Alodokter untuk membantu masyarakat memeriksakan risiko infeksi virus corona. Beberapa langkah lainnya, seperti membuat artikel dan video edukasi tentang Covid-19.

"Saat ini, kami juga mendukung program Kementrian Kesehatan Republik Indonesia dengan mengembangkan teknologi sistem interaksi digital guna membantu masyarakat Indonesia mendapatkan gambaran jelas mengenai gejala-gejala dasar virus Corona yang mereka mungkin rasakan, sehingga dapat segera mengambil langkah terbaik," kata Suci dalam keterangan tertulis.

Layanan digital ini berbentuk teknologi chatbot yang mampu berinteraksi cepat dalam menjawab pertanyaan seputar virus Corona.

Pengguna dapat memilih opsi yang sesuai dengan keadaannya saat itu sekaligus mendapatkan informasi akurat mengenai penularan virus Corona. Selain layanan chat ini, masyarakat juga bisa berkonsultasi langsung dengan dokter umum maupun dokter spesialis di aplikasi Alodokter melalui tautan yang disediakan pada layanan digital tersebut.

Link: https://corona.alodokter.com/cek-risiko-tertular-virus-corona-gratis

Bisa isi pertanyaan berikut, berapa skormu?

Cara deteksi dini Virus Corona
Cara deteksi dini Virus Corona (net)

Jika skormu di angka 11-15, berarti Anda di posisi resiko tinggi.

Semoga selalu waspada



Kenali Tanda-tanda Corona, ciri Corona atau gejala Corona, 700 Ribu Warga Indonesia Berpotensi Terpapar Covid-19

Wabah Covid-19 atau Virus Corona masih terjadi di Indonesia.

Bahkan penyebarannya belum terkendali kendati pemerintah dan pihak terkait sudah bekerja ekstra.

Cara sederhana agar tidak terpapar dengan berdiam diri di rumah dan menjaga jarak (social distancing) dan menghindari kontak.

• Cara Deteksi Dini Corona: Silakan Cek Sendiri, Apakah Kamu Positif Covid-19 Atau Tidak Via WhatsApp

Sebanyak 700.000 warga negara Indonesia (WNI) berpotensi tertular Virus Corona atau Covid-19.

Hal tersebut diungkapkan Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jumat (20/3/2020).

"(Menurut) data, kemungkinan yang kita miliki, yakni population of risk, adanya kelompok orang yang berisiko (terjangkit virus corona) adalah pada kisaran 600.000 hingga 700.000 (orang)," ujar Yuri.

Angka tersebut didasarkan dari simulasi penelusuran siapa saja yang selama 14 hari terakhir melakukan kontak dekat dengan pasien positif corona.

Seluruh orang yang tercatat pun akan diperiksa kesehatannya, apakah mereka juga terjangkit virus yang sama atau tidak.

Pekerja medis bertugas di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibinong di Bogor, Jawa Barat, Selasa (3/3/2020). RS tersebut menyiapkan ruang isolasi khusus dan tim medis pencegahan penyakit menular untuk penanganan jika ditemukan pasien yang terjangkit virus corona. (Antara)
"Apabila dia (pasien positif corona) berada di rumah, maka seluruh rumah akan diperiksa.

Apabila dia melakukan aktivitas di kantor, maka seluruh orang di kantor, di dalam ruang kerja itu akan dilakukan pemeriksaan," papar Yuri.

Oleh sebab itu, pemerintah telah memutuskan untuk melaksanakan tes virus corona masal.

"Pemerintah akan melaksanakan pemeriksaan secara masal.

Dikonotasikan bahwa pemeriksaan secara massal itu adalah pemeriksaan yang mempunyai peluang kontak dengan kasus positif," lanjut Yuri.

Merujuk pada simulasi di atas, Yuri memastikan, pemerintah menyiapkan sekitar 1 juta alat tes agar pelaksanaan tes masal berlangsung lancar.

Meski demikian, Yuri menekankan bahwa orang yang dites virus corona hanyalah yang tercatat pernah kontak dekat dengan pasien positif penyakit Covid-19.

Sementara, mereka yang tidak memiliki riwayat kontak dekat, tidak akan dites. Kecuali dia mengalami gejala serupa Covid-19.

"Jadi tidak semua orang harus diperiksa ya. Manakala risiko kita yakini rendah, maka tidak dilakukan pemeriksaan," ujar Yuri.

Ia sekaligus mengingatkan, tes masal merupakan seleksi awal terhadap mereka yang berpotensi tertular virus corona.

"Tujuannya adalah untuk menemukan kasus-kasus yang berpotensi menjadi positif.

Oleh karena itu, hasil screening apabila positif, maka akan kita tindaklanjuti dengan pemeriksaan PCR untuk memastikan positif yang sesungguhnya," tambah Yuri.

Namun apabila hasil tes awal dinyatakan negatif, maka tim menyarankan orang itu mengisolasi diri di rumah dalam kurun waktu tertentu.

Apabila dalam kurun waktu tertentu tiba-tiba dirasakan gejala serupa Covid-19, maka segera periksa ke dokter.

Kasus pasien positif terjangkit virus corona di Indonesia sendiri per Jumat ini dilaporkan mencapai 369 orang.

Sehari sebelumnya, jumlah pasien Covid-19 berjumlah 308 orang.

Dari total jumlah pasien Covid-19 itu, sebanyak 17 dinyatakan sembuh. Semenyata, 32 orang meninggal dunia.

Gejala atau Ciri-ciri dan Cara Mengecegah Infeksi Virus Corona

Virus Corona atau coronavirus (CoV) merupakan keluarga virus yang menaungi virus SARS-CoV-2 yang terjadi saat ini, SARS-CoV pada 2002, dan MERS-CoV pada 2012.

Kata corona sendiri diambil dari bahasa Latin yang berarti mahkota.

Nama ini diberikan karena bentuk Virus Corona menyerupai mahkota.

Sedangkan penyakit yang disebabkan terinfeksi SARS-CoV-2 disebut Covid-19, yang merupakan akronim dari coronavirus disease 19.

Ciri-ciri Virus Corona hampir mirip dengan gejala flu, di antaranya:

* Demam tinggi lebih dari 38 derajat Celsius,

* Batuk kering,

* Lemas,

* Sakit tenggorokan,

* Sesak atau kesulitan bernapas, dan

* Sakit kepala.

Namun, masa inkubasi virus ini sekitar 14 hari.

Berarti, bisa jadi Anda memiliki virus tersebut hingga 14 hari sebelum Anda menyadari gejalanya.

Jika Anda memiliki gejala seperti yang tercantum di atas dalam fase 14 hari, segera periksakan diri Anda.

Virus Corona bersifat zoonotik.

Ini berarti virus pertama kali berkembang di hewan sebelum akhirnya menyerang manusia.

Ketika sudah menginfeksi manusia, penyebaran Virus Corona dapat melalui droplet pernapasan.

Percikan batuk atau bersin dari orang yang terinfeksi Virus Corona akan menempel di permukaan benda atau kulit manusia.

Sehingga virus akan berpindah ketika manusia menyentuh benda atau melakukan kontak fisik dengan manusia lainnya.

Kemudian, virus akan menginfeksi manusia ketika tangan yang terkontaminasi oleh virus menyentuh wajah, seperti mulut, hidung, dan mata.

Lalu, siapa yang berisiko terinfeksi Virus Corona?

Anda akan berisiko terinfeksi virus ketika Anda berdekatan atau melakukan kontak fisik dengan orang terinfeksi Virus Corona.

Namun, ada beberapa faktor yang membuat orang memiliki risiko lebih tinggi terinfeksi Virus Corona.

Dikutip dari Healthline, Selasa (17/3/2020), Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO ) pada akhir Januari melaporkan rata-rata orang yang terinfeksi virus berada di usia sekitar 45 tahun dan dua per tiganya merupakan laki-laki.

Hal ini berarti orang tua dan laki-laki rentan terinfeksi Virus Corona.

Selain itu, orang dengan penyakit penyerta juga lebih rentan terinfeksi Covid-19.

Untuk melindungi diri sekaligus menahan penyebaran Virus Corona, Anda dapat melakukan hal-hal berikut, yaitu:

* Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik. Jika tidak bisa mencuci tangan, bersihkan tangan menggunakan hand sanitizer.

* Hindari menyentuh area wajah, seperti mata, hidung, dan mulut sebelum Anda membersihkan tangan.

* Jangan keluar rumah jika Anda merasa kurang sehat atau memiliki gejala flu.

* Hindari atau batasi kontak fisik dengan orang lain. Jika memungkinkan, usahakan berada pada jarak setidaknya satu meter dengan orang lain.

* Tutup mulut dan hidung Anda dengan tisu atau siku bagian dalam ketika batuk atau bersin. Jika Anda menggunakan tisu, segera buang tisu Anda.

* Bersihkan barang-barang yang sering Anda gunakan dengan disinfektan, seperti gawai atau handphone, laptop, meja, dan lainnya.

* Terapkan gaya hidup sehat, mulai dari pola makan, olahraga, serta hindari begadang untuk menjaga kekebalan tubuh Anda.(TRIBUN-TIMUR.COM)



Sumber : https://makassar.tribunnews.com
Penulis: Rudi Salam
Editor: Mansur AM










 





Editor: Mansur AM